SCOPE 2017 (13/12) : Setetes Darah Sejuta Kebahagiaan



Halo, OASE readers, tak terasa sekolah kita tercinta SMAN 1 Surakarta ini telah menginjak usia 68 tahun. Momen-momen seperti ini pastinya menjadi sorotan utama seluruh warga SMAN 1 Surakarta. Maka tidak salah jika hari jadi SMANSA selalu dirayakan dengan meriah dan istimewa. Apalagi mengingat ulang tahun SMANSA bersamaan dengan usainya penilaian akhir semester yang diadakan beberapa waktu lalu, jadi tidak heran jika acara ini juga mendapat dukungan yang besar oleh warga SMANSA untuk menyegarkan diri sejenak dari beban pelajaran yang berat. 

Serangkaian acara digelar untuk memeriahkan hari jadinya yang ke 68 ini, salah satunya SCOPE. Hmm… pasti  diantara kalian sudah banyak yang tahu dengan acara yang digelar setiap kali HUT SMANSA ini dirayakan. Mungkin juga diantara kalian masih banyak yang bertanya – tanya mengenai kegiatan yang satu ini termasuk pertanyaan, apa sih itu SCOPE?. SCOPE itu sendiri merupakan singkatan dari SMANSA Cares Of Public Health Nah, Dari singkatan tersebut sudah terlihat jelas bahwa acara ini diadakan bukan hanya untuk SMANSA tapi juga kepada orang lain sebagai bentuk kepedulian SMANSA terhadap sesama. Kegiatan ini tentunya tidak berdiri begitu saja OASE readers, dalam hal ini SMANSA bekerja sama dengan PMI untuk membantu menyukseskan kegiatan. 







Kegiatan ini sendiri menjadi acara pembuka di HUT SMANSA yang dilaksanakan tanggal 13 Desember 2017. Acara ini diadakan di dua tempat loh, OASE readers, untuk pembukaan SCOPE, acara diadakan di lapangan pingpong dan untuk acara inti pada waktu pendonoran darah diadakan di aula SMANSA. Acara ini berhubungan erat dengan pembentukan karakter dengan saling peduli terhadap sesama.  

Nah, guys. Dari acara ini kita bukan hanya diajarkan untuk peduli terhadap sesama tapi kita juga diajarkan untuk merayakan sesuatu dengan hal yang bermanfaat bukan hanya bagi diri sendiri tapi juga bagi orang lain. Oh, iya. Yang terakhir kami selaku OASEfighters juga mengucapkan selamat ulang tahun untuk sekolah kita tercinta SMANSA semoga tetap jaya dan terus menghasilkan generasi yang cerdas bukan hanya di akademik tapi juga akhlak.  

SMANSA Goes To YPAC (SGT-YPAC) 2017 (14/12)


Pada Sabtu, 14 Desember 2017, OSIS seksi bidang Kepribadian dan Budi Pekerti Luhur (KBPL) telah mengadakan bakti sosial ke YPAC Cabang Surakarta. Acara yang mengusung konsep SMANSA Solo Goes to YPAC (SGT-YPAC) ini mendapat perhatian yang besar dari pihak YPAC. Acara yang berlokasi di Aula YPAC Cabang Surakarta ini merupakan program untuk mewujudkan rasa solidaritas dan kemanusiaan pada diri setiap siswa SMA N 1 Surakarta untuk saling peduli dengan sesama. Kunjungan ini merupakan puncak acara dari rangkaian acara yang diawali dengan penggalangan donasi dari para siswa SMA N 1 Surakarta. Donasi ini berupa dana, buku tulis, buku pelajaran, dan sebagainya.

sumber : OASE

Untuk memeriahkan acara tersebut tiap kelas diminta mendatangkan 2 perwakilan untuk berkunjung ke YPAC. Acara ini dimulai dengan membagikan makanan kepada para siswa YPAC pada jam istirahat. Setelah itu, kita diperkenalkan dengan lingkungan YPAC yang dipandu oleh ibu Nikma. Dalam yayasan tersebut terdapat banyak fasilitas mulai fasilitas terapi fisiologi, terapi wicara, serta berbagai terapi lainnya. Selain fasilitas sekolah serta terapi di yayasan ini juga terdapat asrama yang berisikan 12 perempuan dan 7 laki-laki. Dalam yayasan ini selain mengajarkan pelajaran formal siswa juga diajarkan keterampilan loh! Mulai dari membuat kerajian dengan manik-manik, menjahit dan berbagai kegiatan lainnya.


sumber : OASE

Kemudian acara dilanjutkan dengan penampilan dari ekskul Saman dan Expresso. Pada acara tersebut para siswa YPAC diajak untuk berbaur dengan para siswa SMANSA. Dan para siswa YPAC ini sangat aktif loh saat pembawa acara menanyakan pertanyaan maupun memberikan tantangan pada siswa. Wah, jadi menambah pengetahuan dan pengalaman kan guys? Serta kita diajarkan untuk saling menjaga, menolong, dan menghargai terhadap sesama. Dan yang terakhir selamat ulang tahun kepada SMANSA semoga terus menghasilkan generasi yang cerdas serta berprestasi ya.

Gebyar ENCLOSS : " WINUL "


“Why does my heart hurt so much? Why I miss him?
Does he feel the same?”
Begitulah dialog dari salah satu pemain yang berperan sebagai sang Putri dalam “Gebyar ENCLOSS 2017”. Bertajuk event drama musikal, gebyar berjudul WiNUL ini telah sukses diselenggarakan pada hari Minggu kemarin (26/11). ENCLOSS (English Club of SMANSA) telah menyelenggarakan event drama musikal pertama kalinya, tepatnya di Aula SMA N 1 Surakarta pukul 16.00 s/d 18.00 WIB. Drama musikal ini mempunyai tema mengenai empat musim, yaitu musim dingin (winter), musim panas (summer), musim gugur (fall), dan musim semi (spring).

Drama musikal tersebut menceritakan tentang dua buah kerajaan pada zaman dahulu kala, yakni Kingdom of Summer dan Kingdom of Winter. Suatu ketika Kingdom of Summer mengalami sebuah bencana alam kekeringan, tidak ada air di manapun sehingga para rakyat kepanasan, bahkan beberapa sekarat. Dengan terpaksa, sang Raja meminta putrinya untuk pergi ke Kingdom of Winter meminta bantuan, meskipun ia tahu putrinya sangat membenci musim dingin. Sesampainya sang Putri di Kingdom of Winter, ia bertemu dengan Prince Winter. Setelah mengetahui tujuan Summer datang, Winter pun memberikan syarat untuk tinggal di sana selama satu minggu. Dalam satu minggu mereka menghabiskan waktu untuk bermain bersama. Pada saat-saat itulah tumbuh perasaan di antara mereka. Namun, Summer tersadar akan niatnya datang kemari. Negerinya sangat membutuhkan bantuan sehingga ia pun harus segera pulang. Kepulangan Princess Summer membawa kegembiraan pada rakyatnya, wabah kekeringan semakin hari semakin berkurang dan negerinya hidup makmur seperti sedia kala.
Akan tetapi, Princess Summer merasa entah kenapa hatinya terasa sakit setelah meninggalkan Winter? Begitu pula Winter, merasakan hal yang sama dan merindukan Summer. Daun-daun pun berguguran dan terjadilah Fall (musim gugur). Lalu saat mereka menyadari perasaan masing-masing bahwa mereka saling jatuh cinta, akhirnya mereka bertemu, dan terciptalah Spring (musim semi).

Event yang diselenggarakan oleh ENCLOSS ini juga disambut dengan baik oleh para penontonnya, baik dari siswa SMANSA sendiri maupun siswa dari SMA lainnya. “Pertunjukannya seru, pemainnya keren, kayak beneran gitu,” ungkap Kevina, salah satu penonton drama musikal ini.
Saphira Fawwazul Atsiri, selaku panitia mengungkapkan kesan pesannya tentang Gebyar ENCLOSS 2017 ini, ”Bagus sih, menarik, soalnya belum pernah ada penampilan drama musikal bahasa inggris di SMANSA sebelumnya. Walaupun sebelum tampil sempat ada kendala hujan dan mati listrik, tapi alhamdulillah akhirnya bisa tetep lancar,” ujarnya.
Ya, meski sempat terdapat kedala pada listrik pada awalnya, namun acara ini dapat berjalan dengan lancar sampai akhir. Tak heran apabila Dra. Arni Ferra Sinatra, pembina dari ENCLOSS, mengapresiasi betul tentang event Gebyar ENCLOSS tahun ini. Beliau mengungkapkan bahwa suksesnya event ini merupakan hasil kerja keras dari seluruh anggota, sehinga apresiasi, rasa terimakasih, salut, serta ungkapan selamat pun beliau sampaikan kepada para anggota ENCLOSS 2017/2018. Najwa Aisya Safina, salah satu pemeran dalam WiNUL mengungkapkan rasa gembiranya, karena meskipun hanya memiliki waktu dua minggu untuk berlatih, tetapi hasilnya sudah bisa semaksimal ini.

Suka dan duka dirasakan bersama oleh para anggota ENCLOSS 2017/2018. “Harapan ke depannya, semoga semakin seru, meriah, dan tambah rame. Sukses buat ENCLOSS!” tandas dari salah satu panitia Gebyar ENCLOSS 2017. (ARA~)

TEATER KOSONG: PETANG DI TAMAN



"...senja berpayung awan jingga,
indah membalut taman kota,
tertawa ceria tak hiraukan segalanya,
kenangan tersimpan semua di dalamnya..."


Begitulah alunan indah suara penyanyi serta permainan musik mengawali pertunjukkan Teater Kosong pada hari kemarin (1/10). Bersama Budi Bodot sebagai sutradara, Teater Kosong menggelar pertunjukkan bertajuk "Petang di Taman" yang telah sukses dihelat kemarin. Pertunjukkan ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama pukul 16.00 WIB dilanjutkan sesi kedua pukul 19.00 WIB.


Pada sore hari, area SMAN 1 Surakarta telah dipadati oleh para penonton yang datang dari berbagai kalangan, mulai dari siswa SMA 1 sendiri, siswa sekolah lain, dan para guru serta orang tua siswa.

Di lapangan ping pong juga tersedia bazaar yang menawarkan macam-macam makanan yang menggugah selera, mulai dari takoyaki, spaghetti, sampai sosis bakar dan masih banyak lagi.

Saat pementasan dimulai, penonton tampak antusias dengan penampilan Teater Kosong. Desain panggung, lightning, kostum, serta make up disuguhkan dengan begitu apik dan rapi. Para pemain pun all out membawakan pentas.

"Petang di Taman" berkisah tentang sebuah keberagaman, di mana di sebuah taman terdapat banyak orang dari berbagai kalangan, latar belakang, dan juga pendapat. Suatu ketika, mereka dihadapkan kepada berbagai persoalan yang membuat mereka beradu pendapat masing-masing.

"...di tempat umum, pastilah ada pendapat umum. Kalau punya pendapat pribadi, jangan ke tempat umum!"

Begitulah salah satu dialog penuh makna yang dikutip dari penampilan malam kemarin. "


Amanat yang ingin kami sampaikan melalui cerita ini adalah setiap orang bebas berpendapat di tempat umum. Kita juga harus menghargai dan mengapresiasi opini orang lain," tutur Khansania dari XI MIPA 8 selaku Ketua Pelaksana. "Melalui pertunjukkan ini, kami dari Teater Kosong berharap agar setiap karya yang kita nikmati harus kita apresiasi sepenuhnya," lanjutnya.
Selain itu, pentas ini juga memberikan kesan tersendiri bagi para pemainnya.
"Penuh tantangan," ujar seorang pemain, "kami benar-benar mengalami acting yang sebenarnya, contohnya nahan ketawa di saat benar-benar ingin ketawa," ungkapnya saat ditanya bagaimana kesan mereka.

"Pemainnya kompak, bagus, lighting-nya apik, terasa seperti teater yang sebenarnya," komentar salah satu penonton, "memang di awalnya ada kendala di mic dan sound nya, suaranya jadi kayak enggak jelas gitu. Tapi overall lucu, dan keren!!" pujinya.

Dari Kepala Sekolah SMAN 1 Surakarta, Ibu Sri Harminingsih, dalam sambutannya mengungkapkan rasa apresiasi dan salutnya terhadap Teater Kosong yang telah menyelenggarakan pertunjukkan ini. "Saya salut dan senang atas kerja keras Teater Kosong. Maka dari itu, mari kita beri mereka apresiasi penuh," tandasnya. ~